Senin, 28 Februari 2011

Petikan ...

" Bekal Suara Tuk Berlabuh "






Ada tanda - tanda yang tegak lurus dalam hidupku lalu mengeras dengan kabut retak dan pecah...
Dan mengalirlah sejuta malam meratapkan hati berpeluk sepi ...
Namun yang kutemui hanyalah sunyi laksana ombak terakhir mengikatkan tali fajar ...
Dipacu setiap mata dengan punggung menungkik dan memuntahkan segumpal dahak kecewa
Kembali ku sendiri dalam sunyi ...
Mungkinkah kan terasa nyaman hidup berteman dengan gelisah ...?
Yang kan selalu setia menegurmu diatas gulana ...
Kankah terasa nyaman tak bertelinga tanpa peduli ... ?
Bekal suara tuk berlabuh ...



Puisi ini dari Koran Harian Pos Kota Minggu Th 80-an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar